Showing posts with label Mineral dan Batubara. Show all posts
Showing posts with label Mineral dan Batubara. Show all posts

Friday, May 13, 2016

Kualitas Batubara

Kualitas Batubara
Batubara


Kualitas batubara adalah sifat fisika dan kimia dari batubara yang mempengaruhi potensi kegunaannya. Kualitas batubara ditentukan oleh maseral dan mineral matter penyusunnya, serta oleh derajat coalification (rank).
Umumnya, untuk menentukan kualitas batubara dilakukan analisa kimia pada batubara yang diantaranya berupa analisis proksimat dan analisis ultimat. Analisis proksimat dilakukan untuk menentukan jumlah air (moisture), zat terbang (volatile matter), karbon padat (fixed carbon), dan kadar abu (ash), sedangkan analisis ultimat dilakukan untuk menentukan kandungan unsur kimia pada batubara seperti : karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen, sulfur, unsur tambahan dan juga unsur jarang.

Kualitas dan Klasifikasi Batubara

Kualitas batubara ditentukan dengan analisis batubara di laboraturium, diantaranya adalah analisis proksimat dan analisis ultimat. Analisis proksimat dilakukan untuk menentukan jumlahair, zat terbang, karbon padat, dan kadar abu, sedangkan analisis ultimat dilakukan untuk menentukan kandungan unsur kimia pada batubara seperti : karbon, hidrogen, oksigen, nitrogen, sulfur, unsur tambahan dan juga unsur jarang.
Kualitas batubara ini diperlukan untuk menentukan apakah batubara tersebut menguntungkan untuk ditambang selain dilihat dari besarnya cadangan batubara di daerah penelitian.
Untuk menentukan jenis batubara, digunakan klasifikasi American Society for Testing and Material (ASTM, 1981, op cit Wood et al.,1983)(Tabel 5.2). Klasifikasi ini dibuat berdasarkan jumlah karbon padat dan nilai kalori dalam basis dry, mineral matter free (dmmf). Untuk mengubah basis air dried (adb) menjadi dry, mineral matter free (dmmf) maka digunakan Parr Formulas (ASTM, 1981, op cit Wood et al., 1983) :
dimana :
FC = % karbon padat (adb)
VM = % zat terbang (adb)
M = % air total (adb)
A = % Abu (adb)
S = % sulfur (adb)
Btu = british termal unit = 1,8185*CV adb

Tabel 5.2
Klasifikasi batubara berdasarkan tingkatnya (ASTM, 1981, op cit Wood et al., 1983)


ClassGroupFixed Carbon ,% , dmmfVolatile Matter Limits, % , dmmfCalorific Value Limits BTU per pound (mmmf)
Equal or Greater ThanLess ThanGreater
Than
Equal or Less ThanEqual or Greater ThanLess
Than
Agglomerating Character
I Anthracite*1.Meta-anthracite98  2  nonagglomerating
2.Anthracite929828   
3.SemianthraciteC8692814   
II Bituminous1.Low volatile bituminous coal78861422   
2.Medium volatilebituminous coal69782231   
3.High volatile A bituminous coal 6931 14000D commonly
4.High volatile B bituminous coal    13000D14000agglomerating**E
5.High volatile C bituminous coal    1150013000 
     1050011500agglomerating
III Subbituminous1.Subbituminous A coal    1050011500 
2.Subbituminous B coal    950010500 
3.Subbituminous C coal    83009500nonagglomerating
IV. Lignite1.Lignite A    63008300 
1.Lignite B     6300 


Read more

POTENSI BATU BARA DI SUMATERA BARAT

POTENSI BATU BARA DI SUMATERA BARAT
Tambang Batubara

Kabupaten Lima Puluh Kota
Lokasi: Galugus, Kapur IX
Prakiraan Potensi: 7.100.000 ton
Keterangan: Ketebalan 20 cm, 40 cm dan mencapai 300 cm, nilai kalori 6000-7000 Kkal/kg
Lokasi: Kanagarian Koto Lamo Kecamatan Kapur IX dengan prakiraan potensi spekulatif sebesar 4.700.000 ton
Lokasi: Kanagarian Mangilang Kecamatan Pangkalan Koto Baru dengan prakiraan potensi spekulatif 24.700.000 ton
Lokasi: Rimbo datar, Pangkalan koto Baru, Sumur Batu, Harau, Tanjung Pati
Kabupaten Pasaman
Lokasi: Parit Silayang, Rao Mapat Tunggul
Keterangan: Ketebalan Lapisam mencapai 0,6 m, nilai kalori 7.600 kkal/kg
Kabupaten Pasaman Barat
Lokasi: Desa Jambak, Kecamatan Lubuk Sikaping
Prakiraan Potensi: 1.800.000 ton (spekulatif)
Lokasi: Desa Batu Kambing, Kecamatan Mapat Tunggal
Prakiraan Potensi: Spekulatif 2.500.000 ton
Kabupaten Pesisir Selatan
Lokasi: Jorong Lumpo Kecamatan IV Jurai
Prakiraan Potensi: Tereka 33.508.800 ton
Keterangan: Nilai kalori 5000-7000 Kkal/kg
Lokasi: Penadah
Prakiraan potensi: Terukur 517.000 ton
keterangan: Nilai Kalori 6.800 Kkal/kg
Lokasi: Surantih
Keterangan: Ketebalan Singkapan 0,5-4,7 meter, Nilai kalori 6500 Kkal/kg
Lokasi: Tarusan
Prakiraan Potensi: Terukur 2.000.000 ton dengan ketebalan lapisan 0,5-4,7 meter. kalori 6.000-7.000 Kkal/kg
Lokasi: Kampung Mapang Tulak, Kecamatan Basa Ampek balaidengan prakiraan potensi tereka 325.400 ton, dan kalori 5.758-7.162 Kkal/kg.
Lokasi: Kampung Kumbung, Kanagarian Lunang Kecamatan Lunang Silaut dengan prakiraan potensi tereka 6.758 Ha
Lokasi: Kanagarian Indrapura, Kecamatan Pancung Soal
Kabupaten Sawahlunto/Sijinjing
Lokasi: Tunggul, Jujuhan, Sinamar Prakiraan potensi: terukur 28.000.000 ton
Keterangan: Ketebalan 0,80-4,8 m, Kalori 4.000-6.000 Kkal/Kg
Lokasi: Ombilin dengan prakiraan potensi terukur 96.000.000 ton
Lokasi: Sei Tambang dengan prakiraan potensi terukur 5.904.837 ton.
Keterangan: Nilai Kalori 4.000-5.000 Kkal/Kg
Lokasi: Sisawah
Prakiraan Potensi: Tereka 4.000.000 ton.
Keterangan: Nilai Kalori 6.000-7.000 Kkal/kg
Lokasi: Lubuk Tarab
Prakiraan Potensi: Hipotetik 1.215.000 ton
Lokasi: Parambahan
Prakiraan Potensi: Terukur 14.093.000 ton
Keterangan: Nilai Kalori 6.800 Kkal/kg
Kabupaten Solok
Lokasi: Sulit Air, X Koto Diatas
Prakiraan Potensi: tereka 2.675.800 ton.
Keterangan: Nilai kalori 4.500-7.400 Kkal/kg
Lokasi: Talang Babungo, Lembah Gumanti
Prakiraan Potensi: Sumberdaya (7500 Ha)
Lokasi:Air Luo, Payung Sesaki
Keterangan: Ketebalan Singkapan 60 cm, kandungan Sulfur 0,3-0,4% nilai Kalori 6.500Kkal/kg
Lokasi: Sawah Luar, Pasilihan, Sulit Air, X Koto Diatas
Prakiraan Potensi: Terukur 1.236.131 ton (100 Ha)
Kabupaten Tanah Datar
Lokasi; Talago gunung, Tanjung Mas dengan tahapan inventarisasi ketebalan 20 - 40 cm
Lokasi: Jorong Taruko, Nagari Taluk, Kecamatan Lintau Buo
Prakiraan Potensi: terindikasi 3.549 ton (0,5 Ha dari 25 Ha)
Keterangan: Penyelidikan Umum tebal 10-35 cm, Kalori 5.500-6.000 Kkal/kg.

Read more